TANAH LAUT, KOMPAS.com — Limbah batubara di PLTU Asam-Asam, Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dimanfaatkan untuk batu bata. Limbah batubara tersebut bisa dibuat batu bata berukuran 20 cm x 60 cm x 7,5 cm. Bata dengan komposisi 60 persen abu batubara dan 40 persen semen itu bisa mengapung di air dan lebih irit jika digunakan untuk membangun rumah. Asisten Manajer Operasional PLTU Asam-Asam, Gatut Pujo Pramono, Jumat (24/5/2013), menjelaskan, empat pembangkit membutuhkan 4.400 ton batubara dengan kadar 4.200 kalori per hari. Batubara dipasok oleh PT Arutmin dan PT PLN Batubara. Hingga saat ini pembakaran batubara telah menghasilkan 130.000 ton abu. PLTU Asam-Asam memiliki lahan seluas 170 hektar, 11 hektar di antaranya untuk menampung abu batubara. Abu itu bisa dimanfaatkan untuk menormalkan asam tambang, menstabilkan lahan gambut, dan menjernihkan air. Selama ini abu batubara dikategorikan limbah beracun dan berbahaya (B...